Latest Updates

Darimana Keterampilan Berasal ?

Kita mengenal bintang sepak bola seperti Ronaldo, Messi, Roney dan lain sebagainya. Aksi mereka di lapangan hijau tidak perlu ditanyakan lagi, sangat luar biasa. Kemudian, kita juga bisa melihat Tiger Wood, pegolf yang sudah mendapat penghargaan tingkat dunia di masa yang masih muda. Bukankah hal ini sangat luar biasa. dan kitapun ingin dan sangat ingin bisa menjadi orang berprestasi dan menjadi orang yang sangat ahli Atau expert dan punya keterampilan di bidang yang kita minati. Dan pertanyaannya dari mana keterampilan mereka berasal ? Dari motivasikah ? Atau dari yang lainnya ? Darimana ?

Bahasa Arab Orang Arab vs. Bahasa Arab Orang Indonesia

Sekarang tebak, mana yang lebih mahir berbahasa arab, orang indonesia atau orang Arab. Mungkin ada yang bilang, Orang arab lah, ngapain sih nanyain masalah gak penting. Ya, memang bahasa arab orang arab itu lebih baik dari sebagian besar bahasa arab orang Indonesia dan ini sangat penting kita amati. Sekarang Coba tebak, apakah orang-orang arab punya motivasi tinggi untuk belajar bahasa arab ? Tentu, tidak kan. Mereka dapat berbahasa arab dengan baik karena lingkungan mereka, tetangga, dan orang-orang yang ada di sekeliling mereka menggunakan bahasa arab. Kitapun demikian, kita bisa bahasa Indonesia karena kita berada di lingkungan bahasa Indonesia dan biasa menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, Apakah motivasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk memiliki sebuah keterampilan ? Tidak, motivasi, tidak memiliki peran penting di dalam pembentukan keterampilan. Tapi, motivasi juga akan berguna nantinya. Lalu, Apa hal yang paling penting ketika saya menginginkan sebuah keterampilan ?

Belajar Beladiri Karate

Ada seorang anak ingin menjadi Karateka. Dia membaca sebuah selebaran yang bertuliskan. “Belajar karate gratis 30 hari berturut-turut”. Si anak ini sangat senang dan langsung mendatangi tempat yang dimaksud. sesampainya di tempat tersebut tersebut kemudian mendaftar, besoknya dia kembali untuk mengikuti pelajaran karate.
Nah, sekarang saatnya belajar karate, sampainya di sana. Si pengajar berkata “Anak-anak sekarang kita akan belajar teknik pukulan dulu, caranya letakkan tangan di pinggang, dengan posisi bagian putih di atas, bla, bla, …” Selama, 2 jam pak guru berbicara soal teknik pukulan, tidak meminta para murid untuk mempraktekannya sama sekali, hari berikutnya mereka belajar teknik tendangan dengan cara yang sama, hari ketiga, keempat, kelima dan seterusnya sampai dengan hari ketigapuluh juga sama. Pertanyaannya, apakah setelah 30 hari mereka bisa menggunakan jurus-jurus karate untuk melawan orang yang mengganggunya ? Tentu tidak mereka akan pandai menjelaskan teknik-teknik karate tapi, tidak mampu mampu mempraktekannya.
Jadi, kita akan menjadi pendekar karate yang hebat jika kita berlatih menggunakan semua anggota tubuh kita, praktek dan praktek, bukannya belajar tentang teori-teorinya saja. Jika kita hanya belajar teori saja, maka kita akan mejadi orang yang pandai dalam teori beladiri karate. Jadi, Apa kunci memiliki sebuah keterampilan ? Praktek jawabannya. Jika anda ingin terampil memperbaiki sepeda motor, maka kita harus berlatih memperbaiki sepeda motor. Jika kita ingin jadi atlit renang, maka kita harus berlatih dan praktek berenang. Kuncinya adalah Praktek.

Apa  yang Menyebabkan orang menjadi Expert

Di awal artikel ini muncul nama-nama populer seperti Ronaldo, Messi, Tiger Wood, dan lain sebagainya. Kenapa mereka menjadi sangat ahli di bidangnya sedangkan yang lain tidak. Mengapa orang arab punya bahasa arab yang sangat fasih bila dibandingan dengan orang Indonesia yang tidak belajar bahasa arab ?
Kuncinya ada di Pengulangan. Semakin banyak anda mengulang-ulang keterampilan anda, maka anda akan menjadi semakin ahli. Jadi, diulang-ulang. itulah kunci menjadi expert. Para pakar bilang kita butuh 10.000 jam agar menjadi seorang yang expert di bidangnya atau 3 jam per hari selama 10 tahun. Nah, itulah kunci mendapatkan sebuah ketarampilan, praktek yang diulang-ulang.

Hanya dua kuncinya

Sekali lagi, hanya dua kuncinya praktek dan diulang-ulang.

0 Response to "Darimana Keterampilan Berasal ?"

Post a Comment